ISBI Kaltim Ajak Mahasiswa Baru untuk Menjadikan Seni Sebagai Potensi Masa Depan

img

Pembukaan PKKMB ISBI Kaltim 2026. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak 53 mahasiswa baru melihat seni lebih jauh, bukan sekadar sebagai bidang yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi sebagai potensi yang dapat dikembangkan untuk masa depan.

Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Aula eks Serapo UPTD Museum Negeri Mulawarman, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan PKKMB yang berlangsung selama dua hari, 8-9 September 2026 itu menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, serta berbagai peluang yang dapat dikembangkan melalui pendidikan seni.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor ISBI Kaltim, Rina Martiara mengatakan, jumlah mahasiswa baru tahun ini masih belum mencapai jumlah yang diharapkan.

Dari proses penerimaan, terdapat 89 calon mahasiswa yang kemudian berkurang hingga tersisa 53 mahasiswa.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi ISBI Kaltim untuk memperluas sosialisasi dan mengenalkan keberadaan perguruan tinggi seni tersebut kepada generasi muda di Kaltim.

“Anak-anak Kaltim itu harus semangat. Kalau memang kalian ingin mengembangkan potensi seni, ayo kuliah di ISBI Kaltim,” ujarnya.

ISBI Kaltim saat ini memiliki empat program studi, yakni S1 Tari, S1 Etnomusikologi, S1 Film dan Televisi, serta S1 Kriya.

Ia menyebut pengembangan program studi akan dilakukan secara bertahap agar empat bidang yang sudah tersedia dapat diperkuat terlebih dahulu.

Ia menilai pilihan pendidikan seni tidak semestinya dilihat hanya dari peluang pekerjaan setelah lulus.

Menurutnya, proses pendidikan memiliki fungsi yang lebih mendasar, yakni membentuk pola pikir dan memperluas cara pandang mahasiswa terhadap kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.

“Pendidikan itu untuk mengubah mindset kita. Jadi tidak harus nanti menjadi bupati atau menjadi apa, tetapi bagaimana pendidikan itu mengubah cara berpikir kita,” kata dia.

Karena itu, ia meminta mahasiswa baru tidak merasa rendah diri karena memilih pendidikan seni.

Justru, lanjutnya, mereka dinilai memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari upaya menggali dan mengembangkan kekayaan seni serta budaya yang dimiliki Kaltim.

“ISBI Kaltim itu tugasnya bukan menjadikan kalian pegawai negeri, tetapi mengubah mindset dan cara berpikir kalian tentang seni,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap mahasiswa melalui pembiayaan pendidikan selama delapan semester. Dukungan tersebut dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan kesungguhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah menyampaikan, apresiasi terhadap pelaksanaan PKKMB ISBI Kaltim.

Ia mengatakan mahasiswa baru kini memasuki lingkungan pendidikan yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan jenjang sebelumnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu membangun konsistensi sejak awal perkuliahan agar mampu menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

“Dunia kampus itu penuh dengan tantangan dan cobaan, tetapi mereka harus tetap konsisten, terus belajar, dan menuntaskan perkuliahannya,” ujarnya.

Ia juga melihat keberadaan ISBI Kaltim memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor seni dan budaya di Kukar.

Pendidikan seni dinilai dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan potensi budaya sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Hingga saat ini, sekitar 180 lulusan ISBI Kaltim disebut telah berasal dari Kukar. Para lulusan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem seni di daerah.

Menurutnya, pengembangan sektor seni juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap ekonomi berbasis ekstraktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi non-ekstraktif.

“Ini bagian dari upaya Pemerintah Kukar untuk mendorong bagaimana dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi non-ekstraktif, sehingga menumbuhkan pelaku seni yang bisa menciptakan ekosistem seni di Kabupaten Kukar,” pungkasnya. (Kriz)